BeritaSulsel.com – Ramadhan 1442 H telah pergi dan meninggalkan begitu banyak kenangan suka maupun duka tentang kegiatan bersama teman-teman melakukan aksi sosial untuk kita renungkan di Hari Kemenangan 1 Syawal 1442 H esok..

Salah satunya adalah kegiatan yang di lakukan bersama teman-teman untuk membantu sesama umat manusia atau untuk menolong meringankan beban mereka kaum duafa.

Ingka Nugraha Putra, salah satu karyawan di Pt. Huadi Nickel Alloy Indonesia yang berada di Kabupaten Bantaeng ini menggugah hati saya untuk mencari informasi lebih dalam terkait postingannya di Media Sosial Facebook.

Ingka Nugraha Putra

Dalam unggahannya tersebut, saya (Izzack) Jurnalis Investigasi BeritaSulsel.com melihat banyak kegiatan yang dia lakukan bersama teman kerjanya di Pt. Huadi sejak 3 bulan terakhir ini.

Akhirnya saya pun berusaha menghubungi Manajer HRD Pt. Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Andi Andriani Latippa S.H atau yang lebih akrab disapa Karaeng Rita untuk membuat janji bertemu dan bertanya langsung tentang kegiatan yang dilakukan Ingka dan kawan-kawannya tersebut.

Karaeng Rita

Selasa, 11 Mei 2021. Ba’da Isya, Manajer HRD Pt. Huadi Nickel-Alloy Indonesia memberikan saya kesempatan untuk bisa bertemu langsung dengan beliau dan bertanya panjang lebar tentang kegiatan tersebut.

Dikesempatan itupun, saya di pertemukan dengan Ingka Nugraha Putra. Karyawan Pt. Huadi yang juga merupakan inisiator dari kegiatan aksi sosial ini.

Bersama Ingka, turut hadir pula Lilis dan Aldi. Mereka ini adalah karyawan Pt. Huadi yang tergabung dalam Forum Pekerja Huadi.

Di awal percakapan, Ingka sang inisiator kegiatan sosial ini mengatakan bahwa alangkah baiknya jika apa yang kita dapatkan di perusahaan ini, sebahagian hasilnya kita sumbangkan kepada mereka yang membutuhkan di luar sana. Agar pekerjaan yang kita lakukan ini bernilai ibadah dan ada nilai plus buat perusahaan.
“Saya punya ide untuk itu,” kata Ingka.

Ingka lalu menguraikan dari awal hingga berjalannya kegiatan ini.
“Pada awal 2021, saya melihat ada kegiatan yang dilakukan oleh salah satu karyawan Pt. Huadi di masjid dalam kompleks perusahaan. Hati saya tergugah untuk mencari tau, kegiatan apakah itu,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan informasi kegiatan yang dilakukan oleh temannya itu, Ingka pun menghubungi karyawan lainnya bernama Lilis dan membicarakan kegiatan yang dilakukan oleh temannya tersebut.

Gayung pun bersambut, beberapa teman Ingka lainnya sangat merespon dengan ide yang di usulkannya.

“Awalnya kami cuma ada 8 orang dan semuanya adalah pekerja di Pt. Huadi. Kamipun berdiskusi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya. Semua merespon dengan baik untuk pelaksanaan kegiatan ini. Akhirnya saya membentuk Grup WhatsApp yang berisikan kami 8 orang,” ungkapnya.

Berawal dari grup WhatsApp inilah akhirnya muncul ide untuk membuat Komunitas yang diberi nama Kita Peduli Sesama (kPS).
Namun sebelum di patenkan menjadi Komunitas Kita Peduli Sesama ini, grup ini di namakan Komunitas Pencinta Sedekah.

“Lewat grup WhatsApp itulah Saya mengusulkan kepada beberapa teman-teman pekerja lainnya, alangkah baiknya jika sebahagian dari penghasilan kita dsini di sumbangkan kepada mereka di luar sana yang membutuhkan,” tutur Ingka.

Niat baik dengan tujuan semata-mata untuk mencari keridhaan ALLAH SWT ini pun akhirnya kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Sebelum pelaksanaan vaksinasi kepada seluruh karyawan pekerja Pt. Huadi dan dikarenakan masih dalam suasana pandemi Covid19. Kami tidak bisa keluar dari perusahaan, akhirnya kami meminta bantuan kepada teman di luar perusahaan untuk melaksanakan kegiatan ini.

“Alhamdulillah, ada teman istri saya yang bekerja di Puskesmas Moti siap membantu kami menyalurkan bantuan ini kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

“Hasil kumpulan dana teman-teman itu kami berikan kepada teman di luar perusahaan untuk bisa menjalankan kegiatan ini,” pungkasnya.

Seiring berjalannya waktu dan seluruh karyawan Pt. Huadi telah melaksanakan vaksinasi tahap 1 dan 2 di awal Ramadhan 1442 H, akhirnya anggota Komunitas Kita Peduli Sesama inipun bergerak langsung keluar dari perusahaan untuk melanjutkan kegiatan tersebut yang sebelumnya dijalankan oleh teman mereka dari Puskesmas Moti.

“Cara kerja kami agak berbeda dengan beberapa komunitas lainnya yang melakukan hal yang sama. Kalau di KPS Huadi itu kami buat tim yang terstruktur dan bekerja profesional,” beber Ingka.

“Sebelum kami berikan bantuan kepada yang berhak menerimanya, tim kami melakukan survey terlebih dahulu. Kira-kira apa yang mereka butuhkan. Karena tidak semua keluarga penerima bantuan ini punya kebutuhan yang sama,” jelasnya.

Ingka sang inisiator kegiatan dan pendiri komunitas ini mengurai susunan pengurus Komunitas Kita Peduli Sesama Forum Pekerja Huadi sebagai berikut :
Ketua : Nadir
Wakil Ketua : Asbar
Sekertaris : Asdar
Bendahara : Lilis
Team survei : Aldi akbar

Ditempat yang sama, didampingi ComDev Pt. Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Syamzul Maarif S.E. Manajer HRD Pt. Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Andi Andriani Latippa S.H atau yang lebih akrab kami panggil Karaeng Rita ini juga menguraikan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Pt. Huadi kepada masyarakat sejak beberapa tahun belakangan ini.

“Sejak saya ada disini di Huadi dan sejak awal perusahaan ini beroperasi. Kami telah melakukan banyak hal positif untuk membantu masyarakat. Khususnya di Pa’jukukang dan umumnya di Bantaeng,” ungkap Karaeng Rita.

“Beberapa kegiatan kami ini jarang terekspose ke media. Yang ada selama ini hanya sorotan publik terkait dengan kerja perusahaan yang mereka nilai tidak profesional dan berpihak sebelah,” ujarnya.

“Yang terakhir kami lakukan baru-baru ini adalah membantu pembangunan mesjid di Desa Layoa. Mesjid tersebut belum selesai pembangunannya dan butuh biaya. Sebagai perwakilan dari perusahaan, saya pun meresponnya dengan memberikan bantuan ke masjid tersebut sejumlah uang sebesar Rp.30 juta rupiah,” jelasnya.

“Bencana alam yang pernah melanda Kabupaten Bantaeng tahun 2020 lalu itupun, kami dari Pt. Huadi memberikan bantuan dengan menggerakkan alat berat kami untuk membersihkan endapan lumpur yang ada di pusat kota Bantaeng pasca banjir,” sambungnya.

“Di awal tahun 2020 ketika Covid ini santer menjadi topik pembicaraan dimana-mana, kami dari Pt. Huadi memberikan begitu banyak bantuan kepada masyarakat dan kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bantuan itu berupa paket sembako dan puluhan ribu masker,” tutur Karaeng Rita.

“Jika di urai lebih lanjut, waktu Pak Izzack tidak akan cukup semalam di Huadi untuk mendengarkan saya,” canda Karaeng Rita.

ComDev Pt. Huadi Nickel-Alloy Indonesia

Community Development Pt. Huadi, Syamzul Maarif S.E juga membeberkan aksi tanggap Pt. Huadi terkait dengan abrasi pantai yang terjadi di pesisir pantai Bantaeng belum lama ini.

“Korban abrasi pantai itu kami data lalu kami berikan bantuan. Cuma kami ndak ekspose ke media,” ungkap Syamzul.

“Karena Pak Izzack dari Media Nasional BeritaSulsel.com bertanya, makanya kami jawab beberapa kegiatan yang telah kami lakukan selama ini,” kata Syamzul.

Kembali ke persoalan Komunitas Kita Peduli Sesama Pekerja Huadi yang di motori oleh Ingka Nugraha Putra dan kawan-kawannya.

Jika menelisik sampai saat ini, bimbingan dan petuah serta nasehat dari Manajer HRD Pt. Huadi. Ingka mengatakan bahwa sosok Karaeng Rita ini ibarat Malaikat Tak Bersayap.
Beliau sangat merespon dan mensupport jika ada kegiatan positif yang karyawan akan lakukan.

“Alhamdulillah, selama saya bekerja di Pt. Huadi sejak beberapa tahun lalu. Saya sering mendapatkan bimbingan dan nasehat dari Karaeng Rita,” ungkapnya.

Satu kalimat dari Karaeng Rita yang menjadi motivasi saya dan kawan-kawan pekerja di Pt. Huadi adalah :
“Mau jadi apa kamu 5 tahun kedepan,” kata Ingka.

“Kalimat tersebut jika aplikasikan dalam pekerjaan yang saya tekuni saat ini, merupakan sebuah motivasi yang menuntut saya bekerja lebih giat lagi kedepannya,” pungkasnya.

Berikut ini dokumentasi kegiatan Komunitas Peduli Sesama Pekerja Huadi selama Ramadhan 1442 H.