RM.id  Rakyat Merdeka – Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (BPSDMI) menggandeng PT. Huadi Nickel Alloy meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Setara Diploma Satu untuk 72 mahasiswa di Bantaeng, Sulawesi.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ke Sulawesi beberapa waktu yang lalu.

BPSDMI melalui unit pendidikan tinggi vokasi industrinya di Bantaeng menyelenggarakan program setara diploma satu ini untuk tiga prodi yaitu: Program Studi Mekanik, Program Studi Alat Berat, serta Program Studi Kewirausahaan Smart. Jumlah masing-masing prodi 24 mahasiswa.

Kepala BPSDMI, Arus Gunawan mengatakan, keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.  

“BPSDMI telah menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi mulai dari jenjang Diploma termasuk Pendidikan Setara D1 hingga Magister Terapan untuk mendukung industri dalam penyediaan tenaga kerja yang kompeten,” lanjut Arus, Rabu (7/7).

Program kerja sama antara Akademi Komunitas Manufaktur Bantaend dan PT. Huadi Nickel Alloy ini dilaksanakan sebagai wujud keselarasan antara institusi pendidikan dengan dunia industri dalam mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di Sulawesi Selatan. Khususnya di kabupaten Bantaeng dalam memenuhi kebutuhan SDM bidang alat berat dan mekanik.

Sebelumnya, Manager HRD PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, A.Adrianti Latippa mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia cukup besar. Hingga tahun 2022, kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.500 orang.

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI dalam upaya penyediaan tenaga kerja yang terampil di wilayahnya.

“Kehadiran Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng untuk berkontribusi menyiapkan SDM unggul serta penciptaan wirausaha yang smart,” tutur Ilham 

Dia mengapresiasi, Kementerian Perindustrian yang terus berkomitmen mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri kompeten dan siap kerja. Ke depan, akan terus didorong program-program pengembangan SDM Industri di bidang lain antara AK Manufaktur Bantaeng. [DIT]