Kawasan Berikat adalah tempat penimbunan berikat untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari daerah lain dalam daerah kepabeanan untuk diolah atau digabungkan sebelum diekspor atau impor untuk dipakai.

Kawasan Berikat adalah sebuah insentif kepabeanan dan perpajakan berdasarkan UU Nomor 10 tahun 1995 jo. UU Nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan, dan PP Nomor 32 tahun 2008 jo. PP Nomor 85 tahun 2015 tentang tempat Penimbunan Berikat serta PMK Nomor 131/PMK.04/2018 j.o PMK Nomor 65/PMK.04/2021


Huadi Nickel-Alloy Indonesia adalah salah satu kawasan berikat sebagai bagian dari perwujudan insentif fiskal di Provinsi Sulawesi Selatan melalui pemberian izin kawasan berikat oleh Kanwil Bea Cukai Sulawesi bagian selatan melalui Bea Cukai Makassar. Pemberian izin kawasan berikat untuk Huadi Nickel-Alloy berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor KM-09/WBC.17/2018.
Huadi Nickel-Alloy Indonesia adalah industri smelter penerima izin kawasan berikat yang produk utamanya adalah ferro nickel yang sudah diekspor sejak 2018. Ekspor Huadi telah memberikan sumbangan devisa bagi negara dan PAD untuk pemerintah daerah.

Kawasan berikat Huadi Nickel-Alloy Indonesia berada dalam pengawasan penuh Bea Cukai Makassar yang meliputi pengawasan secara komprehensif terhadap barang modal masuk-keluar, bahan baku, bahan penolong, bahan hasil produk/barang jadi, dan sisa barang hasil produksi termasuk limbah slag.

Sumber: wawancara Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Dr Andhi Pramono yang dimuat di Harian FAJAR, Senin 6 Juni 2022

#BantaengBaik#HuadiPeduli#TumbuhBersama