FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Berita tentang penyebaran virus corona baru semakin mengkhawatirkan. Walau korban terus berjatuhan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mendeklarasikan kondisi saat ini sebagai situasi darurat global sampai saat ini. Namun, WHO juga tak menutup kemungkinan virus ini dapat menyebabkan situasi darurat global.

Terlepas dari status kondisi darurat atau belum, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran virus corona baru ini.

PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (PT.HNAI) juga mengambil langkah langkah dalam usaha mencegah penyebaran virus ini.
Kedatangan terakhir tenaga kerja asing (TKA) dari China adalah awal bulan Januari 2020. Sementara informasi merebaknya virus ini mulai sekitar tanggal 18 Januari 2020.

Walaupun para pekerja di PT HNAI bukan dari Wuhan, namun antisipasi penanganan terhadap TKA tetap penting dilakukan.

Untuk itu langkah-langkah preventif berupa pemeriksaan berlapis untuk mencegah penularan virus mulai diberlakukan. Beberapa langkah tersebut adalah:

1. Bandara Soekarno Hatta
Sebagai pintu masuk, penggunaan thermal scanner di Terminal 3 kedatangan Internasional adalah upaya untuk mendeteksi dini jika ada penumpang yang mengalami panas tinggi, sehingga dapat diisolasi untuk observasi lebih lanjut.

2. In house clinic
Setelah tiba di pabrik, perusahaan melalui klinik yang telah bekerja sama dengan Kimia Farma akan melakukan pengecekan kesehatan lebih detail sebelum pekerja asing ini berinteraksi dengan pekerja lain.

3. Kerja sama dengan pihak terkait
Pemantauan bersama adalah solusi yang terbaik untuk mencegah penyebaran virus ini. Semua diharapkan dapat membantu termasuk dinas kesehatan setempat dan pengawasan orang asing dari imigrasi.

4. Sosialisasi penggunaan masker dan sarung tangan serta mencuci tangan sesering mungkin untuk pencegahan.
Sosialisasi ini dilakukan di setiap bagian yang berinteraksi dengan TKA.

Diharapkan antisipasi ini dapat menghindarkan penyebaran virus corona baru ini ke Indonesia. Antisipasi ini akan menjadi tugas bersama semua pihak.