Membangun Komitmen jangka panjang yang saling menguntungkan antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menjadi syarat mutlak keberhasilan pendidikan vokasi di Bantaeng.

Bantaeng-INMedia. Komitmen meningkatkan Kompetensi SMK di Kab. Bantaeng, PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia bersama dengan Human Resource (HR) Provinsi Sulawesi-Selatan gelar Training Soft Skill dan Penyusunan Kurikulum Berbasis Industri di dua Tempat. Kegiatan ini dilakukan di Aula Akademi Komunitas Bantaeng dan Aula SMKN 5 Bantaeng. Sabtu, 29 Februari 2020.

Program Training SMK Career Session dengan penigkatan soft skill yang digagas oleh PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, melibatkan siswa-siswi khususnya kelas 12 SMK se-Kabupaten Bantaeng. Program tersebut sebagai upaya melakukan link and match bahwa peserta didik memiliki kesempatan bukan hanya mendapatkan pendidikan berkualitas, tapi setelah mereka lulus dapat kesempatan kerja. “Kami yakin ini jadi prioritas membawa Bantaeng lebih maju, ” kata Andi Adrianti Latippa dalam sambutannya di Aula Kampus Akademi Komunitas Bantaeng.

Menuju Kompetensi, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, juga memaparkan hal tersebut pada poin ketiga tentang aspek peningkatan investasi dan inovasi. Nadiem mengatakan, investasi memiliki dependensi dengan kualitas SDM. Menurut dia, banyak pelajaran, keterampilan serta kompetensi dalam pendidikan Indonesia yang tidak dibutuhkan di dunia pekerjaan, industri dan kewirausahaan.

“Kita harus menciptakan lingkungan pola pembelajaran dimana soft skill tadi yang paling banyak dibutuhkan dan harus dilatih. Bukan konten yang penting tapi bagaimana caranya,” kata Nadiem seperti dikutip pada halaman kompas.com.

Dalam pelaksanaannya, selain bekerjasama dengan HR Sulsel, PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia juga bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia, KALLA a Group Of Companies, JL Star Hotel, L25 beserta 5 SMK yang ada di Kabupaten Bantaeng diantaranya SMKN 1 Bantaeng, SMKN 2 Bantaeng, SMKN 3 Bantaeng, SMKN 4 Bantaeng, dan SMKN 5 Bantaeng.