Tarsius Tarsier, Hewan Endemik Bantaeng

   

Hari ini kita merayakan Hari Primata Indonesia yang diperingati setiap 30 Januari. Indonesia, dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, adalah rumah bagi berbagai jenis primata. Dari orangutan hingga monyet ekor panjang, primata ini adalah bagian integral dari ekosistem kita. Bahkan di Kabupaten Bantaeng sendiri memiliki hewan primata yang unik.

Tahukah teman-teman kalau salah satu primate terkecil itu ditemukan di Bantaeng? Adalah Tarsius Tarsier yang merupakan hewan endemik Sulawesi yang ada di Hutan Desa Pattaneteang dan Campaga Kabupaten Bantaeng.

Tarsius adalah hewan nocturnal (aktif pada malam hari) dan merupakan primata karnivora. Makanan utamanya adalah serangga, tetapi mereka juga bisa memangsa kelelawar, ular, maupun burung kecil. Penampakan Tarsius seperti perpaduan antara monyet dan burung hantu karena struktur tengkorak kepala dan wajah mirip burung hantu tapi badannya seperti monyet.

Ia adalah primata terkecil di dunia. Ukurannya tak lebih dari genggaman tangan orang dewasa. Dengan ukuran tubuh yang begitu kecil, tarsius jantan memiliki lingkar kepala sekitar 85 mm, panjang tubuh tak lebih dari 160 mm, dan uniknya memiliki panjang yang ekor antara 135-275 mm atau hampir dua kali lipat panjang badannya.

Dengan kaki belakang yang panjangnya dua kali lipat ukuran badan, satwa endemik Pulau Sulawesi, tarsius bisa melompat hingga jarak tiga meter. Ia juga sangat romantis, akan membujang seumur hidup jika pasangannya mati.

Tarsius Tarsier dan Hutan Desa di Kabupaten Bantaeng memiliki hubungan yang erat. Perlindungan hutan ini tidak hanya penting untuk keberlangsungan hidup Tarsius, tetapi juga bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

#HariPrimataIndonesia

#tarsiustarsier

#HuadiIndonesia

#HuadiLestari