Warisan dan Inovasi dalam Seteguk Kopi Turaya

By Wadi Niki In Berita

Mutahhir Aco Nuh (35) mengaku terinspirasi sang nenek yang merupakan petani kopi, “Dia dulu punya kebun percobaan. Katanya di situ pertama kali kopi robusta dicoba oleh pemerintah Belanda,” tutur Aco.

Tahun 2016, lahirlah Kopi Turaya. Penamaan Kopi Turaya dimaksudkan untuk mengkonstruksi kata turaya sebagai orang yang mampu berinovasi dan bertindak sama bahkan melebihi apa yang dilakukan orang kota.

Dari robusta, eksplorasi ke kopi arabika terjadi pada 2017. Lalu terakhir, saat 2020 ia memproduksi jenis kopi liberika atau excelsa. Liberica ini dibuat dengan proses natural wine sehingga tercipta sensasi rasa yang mirip anggur.

Di penghujung 2022, Kopi Turaya diajak mengikuti program pengembangan UMKM lokal oleh HBIP. Syaratnya UMKM itu harus siap dan konsisten dalam menjalankan produk lokal. Selain diajak dalam beberapa pameran UMKM mewakili HNAI di banyak kesempatan, produk Kopi Turaya juga dijadikan buah tangan bagi tamu HNAI. “Belakangan kami diajak dalam menjamu tamu, kami dipanggil langsung dalam kegiatan Huadi untuk menjamu tamu.”

Perkembangan Kopi Turaya pun sangat signifikan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah produksi yang kini mencapai 100 kg/bulan. Jumlah ini merupakan stok yang harus disiapkan tiap bulannya mengingat selain HNAI, Pemkab Banteng juga merupakan ‘pasar tetap’ dari Kopi Turaya.

Mereka tidak ragu lagi memproduksi kopi tiap bulannya dengan adanya kerjasama dengan pihak tersebut. Aco merasa mendapatkan ruang promosi gratis dan pelanggan baru karena adanya event tersebut. “Huadi memberikan peluang bagi rencana bisnis yang kami susun dari awal untuk semakin mudah dan cepat terwujud. Kami ingin melakukan produksi massal dengan kualitas yang tetap kami jaga dan itu makin tampak jelas sekarang,” pungkas Aco.

Dalam harmoni antara warisan dan inovasi, Kopi Turaya telah mengukir jejak menuju masa depan yang cerah. Melalui dukungan HBIP, kekuatan dan ketahanan UMKM lokal semakin terangkat, membuktikan bahwa bisnis lokal bisa menjadi kekuatan global.

Leave a reply

sixteen − 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.